Beranda » Hukum » Perlukah Operasi Intelijen Untuk Pilkada ?

Rabu, 04 April 2018 - 01:15:26 WIB
Perlukah Operasi Intelijen Untuk Pilkada ?
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Hukum - Dibaca: 76 kali

Jakarta, Melayutoday.com,- Namanya cukup mentereng, bahkan terkesan angker bila mendengar kata kata intelijen apalagi untuk sebuah operasi , termasuk jika dikaitkan dengan operasi  dalam sebuah perhelatan Pilkada serentak 2018  atau pemilihan pemilihan lainnya di Indonesia. Operasi intelijen tak selalu negative jika dilaksanakan dengan bijak dan bermoral.  Perlukah operasi intelijen Pilkada?

Intelijen dan politik memiliki kaitan yang erat, keduanya saling memengaruhi. Intelijen dapat digunakan untuk menjalankan politik negara. Di sisi lain, politik juga dapat berganti dan langgeng karena bantuan intelijen. Demikian diungkapkan penulisnya, Stepi Anriani saat peluncuran bukunya.

Salah satu fenomena politik dan demokrasi yang ada di depan mata bangsa Indonesia adalah, berlangsungnya pemilihan umum kepala daerah (pilkada) secara serentak pada 2018, disusul oleh pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) pada 2019.

Buku Intelijen dan Pilkada: Pendekatan Strategis Menghadapi Dinamika Pemilu, karya Pengamat Intelijen, Stepi Anriani ini mencermati catatan Pilkada serentak tahun 2015 maupun 2017 yang tentunya harus menjadi perhatian kita semua. Fenomena baru seperti kekuatan media sosial dan generasi Millennial juga harus direspons oleh para kontestan pemilu, agar dapat berkampanye dengan efektif.

Medsos telah menjadi arena baru kampanye sekaligus wadah bagi propaganda. Salah satu penyakit pilkada adalah money politic atau politik uang. Artinya, Operasi Intelijen dihadirkan dengan tujuan Untuk Pilkada Demokratis dan Jurdil.

Dunia awam secara tak langsung kini diberi tahu atau paling tidak diperkenalkan dengan dunia intelijen. Karena itu, Dosen Sekolah Manajemen Analisa Intelijen (SMAI) Stinduk Bogor, Stepi Anriani menulis buku pertamanya berjudul: “Intelijen dan Pilkada: Pendekatan Strategis Menghadapi Dinamika Pemilu” yang telah diluncurkan sekaligus dibedah Selasa, (3/4/2018) di Function Room Gramedia Matraman Lt. 2. Jl. Matraman Raya No.46-48, Matraman, Jakarta Timur

Dalam bedah buku tersebut, hadir selakub Pembicara antaranya: Stepi Ariani, Penulis Buku Intelijen & Pilkada: Pendekatan Strategis Menghadapi Dinamika Pemilu, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) (2008-2013),Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Anggota KPU (2012-2017), Effendit Gazali, Ph.D., MPS ID, Pakar Komunikasi Politik UI.

"Pendekatan intelijen dalam dunia politik atau Pilkada bisa menjadi sebuah tawaran pendekatan bagi kandidat maupun tim sukses (timses) agar tidak melakukan upaya instan dengan money politic. Intelijen itu hadir untuk memberikan kepastian dan menyusun strategi yang tentunya tidak bertentangan dengan moral politik," jelas Stepi. (M. Harun).


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)