Beranda » Opini » Dari Hati Kehati: Cita cita Ekonomi Kita

Minggu, 22 Juli 2018 - 21:40:11 WIB
Dari Hati Kehati: Cita cita Ekonomi Kita
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 84 kali

Oleh Dr Mas ud HMN*)

Diantara faktor yang berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi   Tersebutlah faktor kemiskinan. Maka ekonomi berkemajian identik dengan pengentasan kemiskinan. Atau citacita  dari konsep ekonomi itu adalah lenyapnya kemiskinan

Solus Populi suprem lexs.

Lenyapnya kemiskinan sama dengan berkecukupan.Sementara kemiskinan sama dengan berkekurangan .Jadi pengertian sejahtera berarti tidak miskin.

Pada tingkat demikian  rumusan pemerintah orang miskin adalah  orang yang pendapatnya kurang 2 (dua) US dolar perhari. Kini jumlah pnduduk miskin Indonesia 12 persen. Jumlahnya 23 juta orang orang menderita (data BPS 2016).Syukurlah sekarang  data terbaru ada perubahan.

Dua puluh tiga juta orang  adalah orang tidak berkecukupan, atau orang yang pendapatnnya  dibawah 2 dolar Us perhari.Ini merupkan amanat orang menderita kepada  pemerintah.

Rujukan Moral

Amanat tertinggi yang harus dijalnkan pemerintah adalah melaksanakan  kekuasaan untuk mencapai kesejhateraan rakyat, Apakah itu Kekuasaan hukum.ekonomi, kekuasan politik.

Pertanyaannya sudahkah pemerintah melaksanakan amanat tersebut? Kemudian,bagaimana memastikan bahwa Rujukan Moral pemerintah memang bersunguh sungguh mencari solusi?

Untuk memberi jawab persoalan diatas,ada baiknya jika mengambil rujukan moral kepada  pepatah Latin mungkin ada baiknya. Pepatah latin itu berbunyi Solus Populi suprem lexs. Artinya  Kesejahteraan Rakyat  merupakan hukum tertinggi. Pesan moralnya kepentingan  rakyat adalah  utama. Ini sangat jelas.Hanya kita belum melaksanakannya.

Jika kita lihat dalam kenyataan sepertinya belum terlaksana. Hampir semua sektor, mulai Korupsi,birokrasi,dan infra struktur .

Pertama, masalah Korupsi .Kekayaan negara diselewengkan koruptor Bahkan ada yang dilarikan keluar negeri.

Kedua, birokrasi.Bidang ini belum  tertangani.Birokrasi yang berfungsi pelyanan dari pemerintah yang baik. Pegawai  dan negeri sipil melakukan penyelewengan.Kasus  Gayus Tambunan,rekening gendut adalah  fakta

Ketiga, faktor infra sruktur.Bidang ini diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi. Tapi sayangnya infra struktur belum baik, masih ketinggalan.

Dari tiga bidang dipaparkan diatas, yaitu korupsi,birokrasi dan infra struktur merupakan masalah. Jika tidak dapat dicarikan solusi, maka cita cita kesejahteraan rakyat tetap akan jadi mimpi, ilusi dan khayalan hampa.

Penutup

Akhirnya, pemerintah yang baik adalah pemerintah yang melaksanakan amanat penderitaan rakyat  bersungguh sunguh,Yaitu menjalankan kekuasaan untuk menciptakan kesajahteraan rakyat.Hukum yang teringgi adalah untuk menapai kesejahteraan rakyat, Populi supreme leks.

 Jakarta 21 Juli 2018

*) Penulis Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)