Beranda » Ekonomi » Peradaban Ekonomi

Senin, 19 Februari 2018 - 23:42:54 WIB
Peradaban Ekonomi
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 132 kali

Oleh DR Mas ud HMN

Peradaban ekonomi, dimakasud judul ini himbauan agar banyak kaum muda jadi pengusaha.Namun berusaha dengan benar, beradab.Ada pandangan umum meliai bahwa Satu Negara maju,jika jumlah komposisis pengusahanya besar.

Agaknya ini benar, peran Kaum Muda Dan Peradaban Ekonomi merupakan dua  unsur yang berkelindan, tali temali satu dengan lainnya,dan diperlukan oleh kepentingan nasional kita. Disatu sisi Kaum muda  sebagai unsur energy,kekuatan dan peradaban ekonomi.Disisi lain peradaban economy   adalah inspirasi atau filosofy yang diperlukan oleh  kaum muda  tersebut. Variabel peran kaum muda, dan   peradaban ekonomi menentukan  Pembangunan suatu  bangsa

Artinya semakin berfungsi kaum muda dan semakin berfungsi pula peradaban ekonomi akan sukseslah satu pembangunan bangsa. Sebaliknya kalau kaum muda tidak berfungsi dan peradaban ekonomi rendah maka gagal pembangunan satu bangsa.  

Jadi jelas korelasi timbal balik terdapat pada hubungan antara  kaum muda dengan  Peradaban Ekonomi.Ada hubungan negative dan positif. Yang negative , misalnya banyak pemimpin muda yang  terjebak bisnis hitam, korupsi karena factor ekonomi.Karena lewat jalur ekonomi mereka mengejar kekayaan, harta dan kemewahan.Bahkan dalam mendapatkan kekuasaan politik.Jalur yang keliru amat disayangkan.

Hanya belakangan ini, masaalahnya adalah kaum muda itu terjebak kedalam motiv ekonomi yang meninggalkan peradaban Yaitu konsep ekonomi tidak  berkeadilan tidak   jujur dan penuh keserakahan seperti disebut diatas.Itulah contoh negatif

Kemudian bagaimana pula hubungan yang positive.Hal itu bila kifrah,upaya mencapai tujuan ekonomi dengan melalui jalur yamg benar. Berkeadilan, jujur dan tidak serakah. Pengusaha atau pelaku ekonomi demikianlah yang dimaksud  ekonomi berkeadaban. Termasuk lembaga ekonomi keuanganya. Jujur dan berkeadilan,Inilah wacana sesungguhnya,yakni bagaimana  pengusaha muda dalam menggerakkan ekonomi.

Disitu,bagaimanapun kaum muda itu begitu pentingnya. Secara  sederhana angkatan muda adalah usia 25 sampai 60 tahun. Mereka punya potensi secara fisik dan ilmu.Dalam hal ini Negara yang bagus bila posisi penduduknya mayoritas berusia muda tersebut

Peradaban ekonomi itu tidak bisa tidak   menjadi satu keperluan zaman.Meminjam istilah Ibnu Khaldun, dalam Muqaddimah buku yang amat terkenal , bahwa sejarah umat manusia itu membentuk peradaban. Yaitu berhubungan dengan dimensi pola perilaku,fiil dan pikirannya.Demikian  Ibnu Khaldun.Maka yang ditekankan pada takrif tersebut   bahwa peradaban adalah pola prilaku satu kumpulan umat pada masanya.

Dari pemahaman  tersebut maka Dimensi ekonomi satu bangsa ditentukan dengan peradaban ekonomi yang dimiliknya.Juga  sesuai  zamannya. Zaman purbakala misalnya ekonomi barter tukar barang. Belum, ,mengenal ekonomi uang.

Yang jelas salah satu cirinya, peradaban ekonomi zaman  batu purba tetap memegang azas kejujuran.Lansung dan  dalam keihklasan, Transparent serta jujur. Berbeda  dengan sekarang.

Kembali kesoal pokok, apa dan bagaimana angkatan muda dalam berekonomi.Lalu  bagaimana peradaban ekonomi  diberlangsungkan.

 Persoalan pertama, adalah masalah, ethos kerja. Kemauan dan asa dalam usaha.Hal ini digambarkan unggulan kerja  manusia  Jepang dari keunggulan Amerika.Shingga bisnis dengan produk yang dihasilkan keja bangsa Jepang  membajiri dunia,Kini disusul pula oleh ethos kerja bangsa Cina. Produk mereka secara tak terbendung membanjiri dan mengisi pasar dunia.

Dimensi ekonomi  dalam etos kerja ini menjadi kajian yang terus berkembang. Ekonomi tanpa dimensi  kemauan atu etos kera tidaklah  akan maju,Simpulannya ekonomi yang maju adalah merupakan fungsi dari ethos kerja.

Persoalan kedua,adalah masalah peradaban ekonomi itu, Maksudnya bagaimana ekonomi itu diberlansungkan, menyangkut moral, menyangkut sistem dan perilaku pengusaha.

Dalam hubungan kedua persoalan diatas, dalam pandangan penulis harus kita tetap tuntaskan policy persoalan terebut. Mengingat kita memerlukan pendusaha yang banyka  dan andal. Disamping bidang ini terbuka dan siap dimasuki,akan tetapi menjalankan dalam praktek tidak mudah.

Kemudian secara realita, bidang bidang bisnis dalam  negara maju jumlah pebisnis adalah besar. Artinya  pengusaha di Amerika misalnya, prentasenya tinggi dari bidang pertanian.Padahal bagi kepentingan Amerika itu kan diperlukan. Namun pembangunan ekonomi Negara maju.meskipun penting, namun dibatasi.

 Amerika, mematok angka 2 percent untuk  bidang pertanian,Leih dari itu akan menimbulkan gamgguan surpulus pada pasar. Yang merugikan petani Amerika

Bagaimana dengan bidang  bisnis atau usaha, jumlahnya banyak sekali.Lalu  dari jumlah pengusaha yang banyak itulah Amerika memperoleh pendapatan negara yang besar.

Akhirnya,pemerintah harus melakukan pementukan .pembinaan dan perlindungan untuk pengusaha yang banyak. Pengusaha juga adalah vilar bangsa dalam membanngun. Kita perlu pengusaha sebagai pelaku ekonomi yang maju. Yaitu  pengusaha  yang menjalankan peradaban ekonomi yang adil dan jujur. Semoga !

Jakarta,11 February 2018

*) Penulis adalah Dosen Pascasarjana  Universitas Muammdiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)