Beranda » Opini » Bersatu, Negeri Maju Dan Tahun Politik

Senin, 19 Februari 2018 - 23:40:47 WIB
Bersatu, Negeri Maju Dan Tahun Politik
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 34 kali

Oleh Dr Mas ud HMN*)

Judul Bersatu Negeri Maju dan tahun politik adalah merupakan catatan  penulis.Fokusnya  untuk melihat  apakah kemungkinan  pemilu legisltif,pemiluhan Gubernur dan Pilpres di Kuansing,aman.Harapannya azamnya masyrakat Kuansing dalam persfektif Bersatu Negori maju agar  dapat sukses.

Karena tahun ini adalah tahun politik, maka tidak bisa tidak aktivitas politik daerah pun sontak berubah meningkat . Isu uang, suku dan agama  muncul.Tak sekadar itu, tapi isu informasibohong bahkan fitnah terjadi juga.Masyrakat semua terlibat mau tidak mau masuk kedalam suasana politik ini.Jika pemilukada berlansung  dan Pilpres akan terganggukah Bersatu Negori maju yang sudah jadi motto Kaunsing

Bagi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang teritorialnya terletak di Riau Selatan beban  tahun  politik dengan Pilkada,pemilu serentak ini agak ringan.Karena apa, pilkada  Kepala Daerah tidak ada, karena Bupati dan Wakil Bupati baru saja dipilih.Tinggal pemilihan legislative (2018)  Pilgub ,dan pemilihan Presiden  2019.

Maka, peristiwa atau pelaksanaan pemilihan umum bagi masyrakat  Kuansing sudah  bukan barang baru. Sejak Negara merdeka pemilihan umum sudah berulang kali,Bahkan salah satusukses sejaraah pemilihan umum di Kuansing adalah pemilu  perlemen tahun 1955, Kuansing sukses mengusung calon perlemen asal Mudik Ulo yaaitu Buya Makrifat Mardjani  terpilih jadi anggota perlemen. Buya Makrifaatlah satu satunya putra asal Kuansing  lolos. Sementara daerah kabupatwn lain tak memperolehnya.

Dengan dasar pengalaman tersebut, kondisi adalah ringan. Meskipun sedikit ringan dalam beban aktivitas  politiknya, namun tidak berarti Kuansing akan tenang,tetap melenggang nyaman dan oke oke saja. Akselerasi partai politik untuk menang  dalam pemilihan umum dapat merubah suasana, senyap jadi hiruk pikuk, suasana persatuan dapat berubah menjadi pertengkaran, saling membenci dan mencaci dapat terjadi

Semoga tidak demikian. Kita tahu, ---lantaran  penulis adalah asal Kuansing----- adalah  orang elok.Berbudi dan berbahasa  santun.Hanya saja sisi lemah  keperibadian orang Kuantan, mudah berubah, mudah terbawa arus.Ini merupakan cerminan tipologi dinamis yang dimilikinya

Persilahkan apapun, partai politik  memainkan peran memobilisir masa pendukung. Mendulang suara itu untuk calon legislative yang  diusung,mulai dari  calon  Dewan Perwakilan Rakyat Daaerah  Kabupaten,  Provinsi dan  unuk pusat DPR RI.Tak ketinggalan pula  pemilihan Gubernur Riau

Motif atau tujuan dari pemilihan  umum ini tujuannya semua  harus menang. Tidak ada yang mau kalah. Padahal yang pasti tidak semua memang. Pasti ada yang kalah. Lha bagaimana ini ?

Penulis membayangkan ,inilah titik  biang cakak kaum. Oleh para  sosiologi dinamakan conflict identity. Kalau hal ini mulai terbawa bawa  kedalam  komunitas  kita  orang Kuantan,.Faktor yang membawa semraut,pertikaian,ketidaknyamanan, bak kacang miang yang meresahkan. Jadi Bacokak banyak (Crowd)

Karena Pelaksanaan pemilu ,Pilkada memang sudah dekat model konflik kerumumunan (crowd).agaknya  relevant untuk kita lihat. Yang intinya  perkembangan politik, kemudian arah apa yang akan terjadi.Secara khusus  tentu  kepada Pemda Kuansing dalam hal ini kita sampaikan sinyal ini, Yaitu Mursini sebagai Bupati dan H,Halim sebagai Wakil Bupati yang bertanggung jawab

Pertama, factor menjaga persatuan. Yakni mengemasnya dalam bahasa yang santun, Tidak menjelekkan pihak lain,.Intinya terbangun satu sikap mencintai Kuansing  secara bersama dan membangunnya untuk kehidupan masa  depan yang lebih  maju. Intinya  terwujudnya satu Kuansing yang elok, bersatu, dibawah  perlindungn ampunan  dari Allah SWT

Kedua, memastikan agar tidak ada politik uang.Artinya jangan sepelekan cara cara   untuk menang dengan bagi bagi uang.Kalau itu ada harus ditindak tegas. Bila itu tetapberlanssung, maka  hasilnya jadi Penyakit. Ibarat  termakan lauk bertulang. Enak  pada awalnya namun sakit diujungnya.

Dengan  uraian diatas, maka  pertanyaan awal terganggukah  sendi dasar Kuansing yang  bermotto bersatu negori maju  dengan aktivitas  tahun politik ini ? Semoga saja tidak. Akan tetapi masalah  Kuansing adalah juga  masalah nasional maka tentu saja  harus diwasadai, Hemat sayam simpulannya aman dengan catatan,

Catatan pertama adalah  jika  pihak ketiga  tidak masuk campur tangan, membakar bakar emosi kesukuan..Provokasi mereka dapat masuk lewat  sengketa lahan. Sehingga ini penting untuk kita waspadai.

Catatan berikutnya  adanya peninggalan, masalah social sebelumnya. Misalnya tentang  tenaga guru. Pegawai honorer. Ini biasa jadi pemicu gerakan massa yang  emosional dan tak terkendali.

Jadi pokoknya  keadaan aman terkendali bila soal sengketa lahan.soal problem sosial  politiknya sebelumnya  yang belum tuntas dapat diselesaikan. Ini sudah tentu menuntut kepiawaian dua tokoh Pemda Kuansing  Bapak  Bupati Mursini dan Bapak H. Halim Wakil Bupati.Kita doakan  sukses keduanya.

Jakarta 15 February 2018

*) Dr Mas ud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)