Beranda » Hukum » MIUMI Ajak Umat Kawal Perjuangan Legislasi Terkait Pasal Zina dan LGBT

Kamis, 15 Februari 2018 - 11:35:08 WIB
MIUMI Ajak Umat Kawal Perjuangan Legislasi Terkait Pasal Zina dan LGBT
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Hukum - Dibaca: 63 kali

Jakarta, Melayutoday.com,- Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI)  menggelar diskusi dan sekaligus press conference Bedah RUU KUHP terkait Masalah Keumatan yang berlangsung selasa (13/2/2018) di AQL Islamic Center  kawasan tebet Jakarta.

Pada acara tersebut hadir selaku Narasumber : H. ARSUL SANI, S.H., M.Si., MCIArb. – Anggota Panja RKUHP, Fraksi PPP, Prof.Dr.Muzakkir,SH,MH – Pakar Hukum Pidana,  Atip Latipulhayat, SH, LLM, Phd – Pakar Hukum , Dosen Universitas Padjajaran, Ibu Neng Djubaedah, SH., MH.  - Dosen Hukum Universitas Indonesia dan  KH. Bachtiar Nasir, Sekjend MIUMI.

Diskusi yang dihadiri anggota MIUMI dari pusat hingga daerah dan perwakilan berbagai ormas Islam ini menghasilkan beberapa point rekomendasi berikut:

1. Mendesak Presiden dan DPR untuk menolak intervensi asing berkaitan dengan RKUHP demi harga diri bangsa Indonesia dan kedaulatan hukum nasional.

2. Mendukung perluasan makna beberapa pasal dalam RKUHP terkait perzinaan, perkosaan, dan perbuatan cabul sesama jenis.

3. Mendorong koordinasi dan konsolidasi antar wakil rakyat di DPR demi menjaga ideologi bangsa Indonesia (Pancasila).

4. Menghimbau umat Islam dan seluruh umat beragama untuk siap siaga menyambut seruan Ulama dan pemuka agama masing masing untuk membela hak-hak, nilai-nilai dan kedaulatan bangsa Indonesia.

5. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk ikut mengawal proses perjuangan Iegislasi Nasional demi terwujudnya KUHP yang sesuai dengan PancasiIa dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945./redaksi

 Foto Bersama para nara sumber dengan tokoh ummat dan pengurus MIUMI


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)