Beranda » Opini » Mengsenkarutkan Demokrasi

Selasa, 23 Januari 2018 - 19:46:31 WIB
Mengsenkarutkan Demokrasi
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 127 kali

Oleh Dr Mas ud HMN*)

Kompanye sengkarut demokrasi adalah upaya membawa bawa konsep bertentangan dalam pelaksanaan nya  demokrasi (baca pemilukada dan pilpres).Mengingat  bagaimana mungkin demokrasi diterapkan dengan pelaksanan yang salah arah.Persoalan ini penting mendapat perhatian

Sebagai misal, baru baru di Surabaya muncul persoalan mahar politik.Yaitu soal uang mahar  40 milyar rupiah untuk menjadi bakal calon Gubernur.Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) turun tangan pada kasus tersebut, Jika  benar , ini tertmasuk pelanggaran berkaitan dengan  poliitik uang.

Memang politik uang dan kompanye hitam atau fitnah menjadi isu utama dalam pilkada kini. Sshingg Menjadi masalah semrawut dan sengkarut demokrasi. Lalu, dapatkah sengkarut demokrasi di atasi ?

Jawaban optimisnya tentu dapat. Jika saja  ada  kelompok Orang kuat.Memiliki power  yang tinggi  sufiistik yang amal perbuatannya orientasi langit.Merekalah  merupakan garansi, Seyogyanya harusa ada diantara kelompok dalam satu masa  lahir tipologi orang kuat demikian.

Sayangnya  kelompok orang kuat meskipun ada dan harus ada namun  tidak begitu saja dapat muncul.Mereka adalah pemimpin, mereka adalah pencerah.Suluh pada zamannya.Kita menunggu.

Dengan meminjam ucapan  Ibu Megawati Soekarno Puteri dalam pidatonya pada hut PDIP yang lalu, figure penuntun jalannya perjuangan mencapai cita cita Indonesia Raya.Mereka yang teguh setia memegang ideology.”Biar gepeng tetap banteng” ujarnya mengangkat simbol  partai PDIP.Kita  mengaminkan sikap militans puter Bung Karno Pressiden Republik Indonesia  yang satu ini

Ini sejalan dengan pendapat Schiller filosof Jerman abad 19. Ia  mengistilahkan momentum masa. Katanya  masa  besar dilahirkan abad, tapi kadangkala menemui manusia kecil. Inilah problem

Yaitu sesuatu yang tidak  seharusnya yang terjadi.Antara apa yang diinginkan dan apa realitasnya berbeda.Yang demikian itu oleh  ahli manejemen  dimasukkan sebagai ”gap-teori”. Ada jurang yang memisahkan

Jika kita sebut semraut sengkarut  demokrasi dikaitkan dengan politik uang karena hal itu sebab demokrasi cacat.Disamping sebab lain.Coba bayangkan bagaimana fungsi demokrasi jika saja uang menjadi ukuran.

Secara terminology  sengkarut dipahami sebagai pertalian,persambungan,perpaduan. Dalam  kata benda. Jadi dalam hal politik uang maka perpaduan demokrasi dengan materi bersifat uang sama saja  demgan  demokrasi adalah identic dengan  uang.Yang punya uang dialah yang mengarahkan demokrasi. Kapital uang penguasa.Jadi nergara demokrasi adalah milik orang  yang  kaya.

Dengan pengertian demikian,semraut atau kekacaubalauan demokrasi  dipahami sebagai pertalian,persambungan cacat makna  demokrasi yang tidak semestinya. Masalah semraut tersebut, terus berhulir bagai bola  salju mengelinding bersama demokrasi kini.Bahkan terdapat kekuataan yang mendukung upaya semraut semgkarut demokrasi itu.Antara lain kampanye  menjelang berlansungnya  pilkada 

Baiklah kita lihat bagaimana Kompanye yang mensengkarutkan demokrasi ada pada dimensi  banyak dan beragam polanya.seperti berikut

Pertama, mengangkat istilah  Wani piro. Yang dalam Bahasa  Jawa ngoko berani berapa. Jadi dalam memenangkan satu pemilihan dengan tawaran berani atau mau bayar berapa.Seolah olah demokrasi  adalah barang dagangan yang diperjual belikan. Ini jelas sengkarut memebawa demokrasi kearah yang buruk

Kedua, adalah Isu Sembilan Naga. Entah dari mana  asal muasal istilah ini. Sengkarut isu ini  adalah memsimbolikkan kapitalis, orang kaya dari suku  etnis tertentu dan pendukungnya yamg bernuansa a nasionalis.. Demokrasi dalam isu ini identik dengan  pola pada butir  pertama diatas, namun arahnya pada etnis tertentu.Nada negative untuk persatuan nasioanal

Ketiga. Isu intoleransi. Isu yang menekankan hilangnya  rasa  mengormati, memberi peluang sama antar sesama anak bangsa.Ini bernada politik identitas yang sempit.Sebuah isu yang melawan konsep kemanusiaan.

Keempat adalah Isu komunis.Yang diangkat dalam kemasan Kebangkitan kaum komunis baru yang disejalankan dengan bahwa penguasa tidak mendekatkan kerjasama dengan kaum agama. Bahkan telah memberi kesempatan untuk  kaum kiri berlindung dibalik globalisasi  glibal dan kemanusiaan.

Kelima adalah Isu pribumi. Ini isu yang dikemas dalam persaingan dengan modal asing. Dalam isu ini diangkat tema yang menyudutkan kelompok asing.Dwmgam stigma sombol Sekutu kapitalis

Keenam adalah isu transaksi  cash and carry.Maksudnya siapa kandidat yang dipilih, berani bersaing. Mau dicalon kan asal ada yang biayai. Ungkapanya adalah maju tak gentar siapa yang bayar

Inilah enam isu,yakni isu  wani piro,isu Sembilan naga, isu intolensi suku agama dan ras,isu kebangkitan komunis,isu pribumi, isu transaksi cash and carry yang ,mengsemeraut sengkarutkan demokrasi.

Saya kira, isu tersebut diatas adalah isu yang umum diangkat media dari berbeda sumber, entah pemerintah, asing, partai politik, lembaga swasta non pemerintah dlsbnya. Walau ini ada mamfaatnya bagi kalangan terbatas, namun secara umum membawa  sngkarut demirasi.Sebab membawa  demokrasi keluar jalur sejatinya, mereduksi demokrasi,mencederai demokrasi, yang intinya menjadi demokrasi cacat.

Namun sayangnya, media telah mengangkat isu secara luas kepada publik.Bahkan untuk sebagian telah memanifulasi isu tersebut untuk tujuan tertentu.Kita memandang telah terjadi pembiaran oleh pemerintah dan juga massyrakat.Yaitu membiarkan semraut kekacau balauan. Sengkarut menghubungkan,pertalian,demokrasi dengan uang dengan transaksi, dengan sekutu asing  yang sejatinya  isu itu jelas   bertentangan (opoisite meaning) dengan makna hakiki demokrasi.

Kita , siapapun, dan dalam posisi  apa jua harus menentang  terjadinya kerusakan dan kesemerautan.Tentunya juga pada manifulasi kata dengan lain makna ketka pelaksanaan pesta  demokrasi.Hal itu di ajaran oleh petunjuk agama  yaitu

 Hendaklah ada diantara kamu menjadi umat  yang baik yaitu menyeru berbuat baik dan melawan kemungkaran serta beriman kepada Allah…. (Al Qur an : Surah Al Baqarah 103) 

Jakarta 15 Januari  2018

*) DR Mas ud HMN adalah Dosen Pascasarjana Univ Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)