Beranda » Opini » Quo Vadis Kebangkitan Rumpun Melayu Di Era Digital

Selasa, 09 Januari 2018 - 22:18:19 WIB
Quo Vadis Kebangkitan Rumpun Melayu Di Era Digital
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 103 kali

(Ulasan Redaksi MT Akhir Pekan, Selasa, 10 Januari 2018)  

Rumpun Melayu ibarat sebuah gedung besar bangsa ini yang didalamnya terdiri dari kamar-kamar, yaitu: ada sumatera, Riau, NTB, Jawa, Sulawesi dan lain-lainnya yang sejatinya masuk bagian dari rumpun Melayu dibawah naungan Nusantara.

Meski peranan peradaban melayu dari dulu hingga kini berkotribusi besar dalam menguatkan dan  mendukung tegak-kokohnya Persatuan Nasional, akan tetapi secara nyata peranan rumpun melayu sendiri sebagai bumi putera atau pribumi di bumi nusantara ini perlu dipertegas. Penguasaan asset ekonomi serta para pelaku ekonomi pada kenyataannya masih dikuasai oleh non pribumi yang artinya rumpun melayu belum sepenuhnya bahkan belum menjadi tuan di negeri  sendiri.

Gambaran diatas hanya sebagai salah  satu contoh bagaimana peranan rumpun melayu di negeri kita saat ini. Begitu juga dalam bidang dan sector lainnya seperti  Penguasaan asset tanah di negeri ini mayoritas masih dikuasai konglomerat non pribumi alias bukan rumpun melayu lantas dimana sebenarnya posisi dan peranan rumpun melayu saat ini dan bagaimana prediksi masa depannya?

Kita menyepakati bahwa peradaban melayu  merupakan penopang utama kemajuan bangsa baik dari segi ekonomi, pendidikan, politik, serta berbagai kemajuan yang terkait dengan peradaban masa depan. Namun pada realitasnya peranan rumpun melayu sebagai rumpun terbesar negeri ini masih banyak terkooptasi oleh kepentingan pemodal besar yang notebene non pribumi. Bahkan dalam menentukan posisi politik di berbagai daerah rumpun melayu belum sepenuhnya terlepas dari pengaruh mereka juga.   

Oleh sebab itu, kebangkitan rumpun melayu saat ini menemukan momentum strategisnya dimana opini tentang pribumi mulai menggelinding kembali. Kebangkitan rumpun melayu sebagai suatu keniscayaan yang harus terus didengungkan apabila kita menginginkan nusantara ini jaya dan kuat. Semua elemen yang mengatasnamakan melayu harus bersatu dan saling bahu membahu. Malaysia sebagai Negara dengan kemajuan dan petumbuhan ekonomi yang cukup pesat di kawasan Asean karena kuatnya rumpun melayu disana.

Di era digital saat ini kebangkitan rumpun melayu diharapkan menjadi subjek atau pelaku perubahan bukan objek penderita baik di bidang ekonomi, budaya, pendidikan maupun politik sehingga kebangkitan menjadi sebuah kebanggaan sekaligus karakter bagi bangsa yang terus bergerak. Karena rumpun melayu sangat berkontribusi besar bagi perjalanan sejarah bangsa ini sehingga wajar jika rumpun melayu harus menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri.

Dalam momentum dialog nasional dan refleksi akhir tahun 2017 , 28 Desember 2017 lalu kami mengharapkan kebangkitan rumpun melayu akan terus berlangsung sejalan dengan kondusifitas kondisi Ipoleksosbud hankam yang kita miliki. Menurut Ketua Umum Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM), Dr. Masud HMN, sudah selayaknya bila kita terus menggelorakan kebangkitan Melayu sebagai sebuah gerakan sekaligus  pertanggungjawaban kepada bangsa ini  karena rumpun melayu merupakan rumpun terbesar di negeri ini. Sehingga wajar bila kami ingin keadilan di berbagai sektor.

Namun demikian menurut Dr. Masud saat memberi kata sambutan pengantar dialog, dia membenarkan kata-kata bijak yang mengatakan bahwa “Tak Melayu Hilang di Bumi”. Akan tetapi kata-kata ini akan bermakna bila memenuhi lima persyaratan utama yaitu: Rumpun melayu harus meningkatkan kualitas keilmuan dalam berbagai bidang, berupaya agar memiliki kekuatan secara ekonomi, menjunjung tinggi budaya dan peradaban, memiliki daya saing di era globalisasi dan digital, dan yang terakhir agar rumpun melayu tak hilang di bumi harus tetap mempertahankan islam sebagai agama sekaligus identitas kaum melayu. “Quo Vadis Kebangkitan Rumpun Melayu di era digital kini dan kedepan.” (M. Harun).


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)