Beranda » Opini » Spiritual Keagamaan Disetiap Episode Kehidupan

Sabtu, 18 November 2017 - 13:35:57 WIB
Spiritual Keagamaan Disetiap Episode Kehidupan
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 42 kali

Oleh  Dr Mas ud HMN*)

ANJAK TUJUAN dalam perkembangan politik Timur Tengah seperti istilah populer Arab Spring.tidak habis habisnya untuk dikaji.Dalam konteks itu ada buku Destruct of Destiny  (Anjak dari tujuan ) ditulis tahun 1980 oleh Thamim Anshory .Intinya  mempertanyakan kok perubahan di Timur Tengah tidak seperti diharapkan.Yang djawabnya perubahan karena anjak tujuan.Tujuan diselewengkan.

Dalam pandangan dia  adanya unsur Spiritual keagamaan  dalam tiap perubahan diperlukan.Mengingat jika  saja perubahan tanpa spiritual keagamaan, maka yang akan terjadi kendala atau  kegaduhan.Dengan kata lain   muncul kendala tanpa kendali.

Kalau kita bawa pada literasi kita,Ini identik dengan pepatah tua orang bijak. Yaitu jika  kalau salah diujung jalan   kembali kepangkal   jalan. Kembali kejalan yang benar.

Pangkal jalan disini, adalah spiritual keagamaan.Pijakan bertolak dan pangkalan kembali kalau tersesat.Area tempat bersauh, memasanga jangkar, memperbaiki apa yang rusak.

Hanya sayangnya sejarah kerajaan  dan kesultanan  di Nusantara tidak  ada menunjukkan  satu sejarah yang menetapkan paham keagamaan pada keberlansungan   kemudian  dlanjutkan  pemerintahan menggunakan intitusi negara berkelnjutan .Artinya lain  raja  lain sistemnya, lain kerajaan lain pula tata kelolanya.Faham keagamaan yang mengendalikan kendala dalam pemerintahan

Lagi pula, keberlansungan kekuasaan permrintahan di Nusantara terjadi perubahan  yang tidak linear atau searah. Lihatlah faktanya, diawali kerjaan purbakala berbasis Hindu abad ke 4.. Kemudian pengaruh Budha abad 7 sampai abad 13,.Dominasi kerajaan lama tidak berkelanjutan,

Mari kita perhatikan mulai abad 13 Islam masuk ke Nusantara, diawali kerajaan Islam di Aceh dan Demak di jawa hingga Kerajaan Islam  di Ambon  dan Ternate. Pengaruh Islam demikian berkembang hingga abad 20 di wilayah Nusantara..Terbukti waktu Indonesia merdeka penduduk Indonesia total 90 percent dari total 72 juta penduduk Indonesia.

Siapa kira demikian lamanya Indonesia dibawah pengaruh  Hindu dan Budha yang dalam hitungan  8 abad setara 800 tahun, namun berubah oleh kedatangan Islam. Tadinya menganut Hindu atau Budha menjadi Muslim.

Meski penganut Islam mayoritas, tetap saja faham spiritual kegamaan beragam. Corak nya.Simpulannya, ada golongan pendapat agama tidak terlalu penting untuk semua urusan yang berasal dari  kelompok seculer. Tetapi ada kelompok berkeyakinan unsur agama penting. Yang terakhir ini khawatir tanpa dasar agama mudah terjadi kegaduhan.

Dengan meminjam istilah dari Thamim Anshary (1980), sejarawan Timur Tengah, mendukung pendapat yang terakhir ini, bahwa  kerusakan akan terjadi, kalau spiritual agama dilecehkan.Dalam bukunya yang berjudul The  Desruct of Destiny ia mengatakan bahwa  tujuan negara dirusak dibelakang hari, oleh sebab Perubahan akan dan terus terjadi 

Kekhawatiran  Anshory membayangkan permasalahan Timur Tengah dengan perubahan terjadi pada era  80-an itu , yakni  perubahan  yang terjadi merefsentasikan kegaduhan ketimbang perubahan kebaikan. Sementara watak perubahan sesungguhnya adalah  kebaikan, kesejahteraan,kesempurnaan.Demikian Thamim Anshory

Thamin Anshory tidak sendirian.Pendapatnya tak salah. Ada banyak pendapat yang sama dengannya.. Arab spring itu adalah kegagalan negeri timur Tengah dalam mengikuti ajaran Islam. Gerakan perubahan di Mesir, Tunis, Libya, Iraq Sirya dan Yemen. “Mana Islamnya” Thamim Anshory bertanya.

Ya, itulah yang terjadi. Islam tiada selalu hadir sebagai otoritas tunggal  mengarahkan perubahan.Bahkan sangat mungkin nilai Islam dalam perubahan zaman dilecehkan. Hamid al Ittihan  dalam bukunya  as shirah nabawiyya fi al tagfir al ijtimaa (1999) menemukannya.Dalam pandangan dia seharusnya,  perubahan  adalah perpindahan baik  aktual maupun kontekstual haruslah  perubahan yang dipandu oleh spritual keagamaan.

Penulis asal Mesir diatas ini, seperti dikutip Anshary (1980)  memang membahas  perubahan  dalam kont..eks peristiwa hijrah nabi.Yakni  satu hijrah dengan unsur ahklak dan keimanan (spiritual)

Memang demikian. Sejatinya   peristiwa hijrah  ada pada persfektif yang beragam. Karena  tidak  ada motif tunggal dalam perisriwa hijrah tersebut.Oleh karena itu ekologi spiritualnya bukan satu satumya motivasi menyertai keberangkatan hijraha Nabi dari Mekkah ke Mednah.

Analog hijrah dengan perubahan zaman seperti dinyatakan  Hamid  al Ittihan dalam temuannnya itu menjadi persoalan penting masa kini.Pembelajaran sejarah. Yaitu motivasi  perubahan yang  tidak dikendalikan oleh ekologi spiritual hasilnya  adalah sebaliknya.

Saya kira, bukti dari apa yang terjadi pada perubahan  negara Timur Tengah menjadi terang ben  derang.Mereka gagal mewujudkan perubahan dengan unsur akhlak dan keimanan..Tragisnya juga kini berlarut larut.

Bertolak dari paparan diatas  terlihat sudah  ada  perubahan. Hanya arah  pendukung perubahan yang belum dapat menemukan jawaban yang jelas. Hal itu mendesak. Tapi juga tidak mudah karena hal berikut

Pertama, konteks  perubahan Timur Tengah dari dorongan moderniasi.Yakni  soal pembangunan ekonomi dan pasar.Intinya bermuara pada global sistem

Kedua, konteks  aktual perubahan Timur Tengah berdasar situasi politik.Ini cerminan dari kebebasan liberal dan seculerisme.

Ketiga, tekstual  akhlak  dan keimanan dalam  makna spirtual ekologis.Keinginan untuk membangun suatu dunia dibawah spirit akhlak keimanan  agama.

Dari tiga butir  diatas itu, dapat dipilah ada tekstual ada kontekstual. Tekstual adalah  inti dan  konteks adalah ranah aktualisasinya.Jadi teks pada butir  ketiga mestinya menjadi inti kendali, pemandu  dari permasalahan. Sementara  dua butir berupa politik, dan pembangunan mengikuti pengendali . Singkat kata, ahklak dan keimanan sebagai teks kendali, pengarah konteks politik dan pembangunan yang ada.  Semmogfa !

Jakarta 16 November 2017

*) Mas ud HMN adalah Doktor Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)