Beranda » Megapolitan » Anis Sandi Dilantik, Akankah Jakarta Berubah?

Senin, 16 Oktober 2017 - 23:16:02 WIB
Anis Sandi Dilantik, Akankah Jakarta Berubah?
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Megapolitan - Dibaca: 166 kali

Oleh Mas ud HMN*)

Gubernur Anis Baswedan dan Sandiago Uno Wakil Gubernur  Kepala Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di istana negara periode 2017-2022.Kita ucapkan selamat datang kepada pak Anis-Sandi dengan iringan doa semoga sukses dalam tugas.Program menangani pembangunan serta rancang solusi persoalan  sudah menunggu.Tiba dengan sebaik baik kedatangan  jika nanti pergi juga dengan sebaik baik kepergian !

Sebagai bagian dari problem nasional, Jakarta ibu kota berada paling depan. Banyak  masalah.Untunglah Gubernurnya dan Wakilnya punya dukungan yang kuat, prospek solving masalah tidak masalah.Berbeda  jika Kepala Daerahnya basis  dukungnnya lemah maka Jakarta jadi bagian dari masalah nasional itu.

Hal ini tidak dapat dibantah, dimasa periode sebelumnya terjadi pembangunan Jakarta dan terus berulang, dengan citra  konflik. Nuansa pertikaian, konflik, dispute, mengendap, masih  bisa dipelajari lagi.Seperti penggusuran, orientasi gedung bertingkat, orientasi metropolitan dan lain sebagainya yang menjadikan kebun Sirih, Tanah Abang Jakarta dibangun projek pemerintah.

Dampak dari kebijakan demikian tidak bisa dihapus. Memori kolektif masyrakat  Betawi khususnya mengkristal membeku namun tak lenyap. Itulah  implikasi ketidak adilan. Tiada hilang ditelan masa.

Saya punya catatan sens of empiricisme dengan sebuah seminar penelitian sosial 1978 masalah penggusuran pemukiman suku Betawi pernah dibahas.Yang pembahasanya terkait penggusuran adalah atas nama  untuk pembangunan lahan pemukiman digusur  paksa. Sebagian besar menolak dengan alasan warisan leluhur, soal kehidupan dan lain lain.

Apa yang terjadi tetap saja, mereka harus pergi dengan terpaksa  dari pemukiman turun menuruan mereka. Kalaupun diberi penggantian dengan nilai uang  tak seimbang dan diberi  tempat pinggiran,citayem,bojong gede.Pemerintah  DKI Jakarta tampil dengan unjuk kuasanya.

Tentunya, slogan makna pembangunan yang sudah  salah arah. Sejatinya,Pembangunan adalah identik untuk kesejahteraan, diubah menjadi  pembangunan identik penggusuran menimbul kesengsaraan. Jika  orang mendengar  kata pembangunan maka yang dimaksud adalah penggusuran. Makna yang berlawanan.Padahal bukan itu maknanya. Tapi apa boleh buat.

Hemat kita, inilah persoalan pemerintah  sebelumnya yang perlu  perhatian pak Anis dan Pak Sandi, termasuk soal tata kelola kota, pelayanan masyrakat dan fasilitas tempat ibadah serta transfortasi. Dengan kata lain membangunlah tanpa meminggirkan   orang kecil. Hal itu  dapat di nyatakan sebagai berikut.

Pertama, pembangunanan yang manusiawi.Mengutamakan kepentingan  bersifat kemanusiaan. Membangun tanpa menggusur.

Kedua, pelayanan  birokrasi.Yaitu pelayanan untuk memudahkan

Ketiga, pembangunan kesejahteraan.Yakni fasilitas  yang  memakmurkan seperti jaminan kesehatan, jaminan bahan pangan yang  murah.

Tiga Point diatas, akan memutus persoalan sisa ynag ada  pada masa  sebelumnya. Mata rantai konflik karena pengusiran dan pernggusuran. Juga mengubah pradigma pelayanan bernuansa unjuk kekuasaan yang cenderung keras, dan ganas. Hal itu diubah  dengan pradigma nuansa ramah dan memudahkan.kan

Butir  dua diatas, yakni soal gusur,pelayanan lembut, perlu dibantu dengan perningkatan kesjahteraan masyrakat.

Ketiga butir diatas, tentunya perlu dipastikan dengan indikator yang jelas. Ini dapat diukur  sebagai berikut

Pertama, kepastian tidak akan ada penggusuran indikatornya tidak ada  upaya paksa

Kedua, pelayanan birokrasi indikatornya tidak ada keluhan masyrakat.

Ketiga, indikator kesjehteraan  masyrakat apabila rakyat bisa senyum. Miasalnya tahun baru, hari raya, dan musim nakan masuk tahun ajaran  baru sekolah.

Akhirnya inilah saran kita kepada pak Anis dan Sandi.Meskipun sebagian besar  saran  sudah  dicakup oleh janji  pak Anis dan Pajk Sandi masa kompanye.Nuansa  saran ini bermuatan inspirasi pembangunan kaum dhuaafa.Kaum  miskin yang  sangat membutuhkan.

Kejayaan  tidak selalu dengan merangkul kaum  yang kaya dan melupakan kaum miskin. Meskipun menyingkirkan kaum miskin dan lemah itu  mudah adanya. Tetapi pembangunan  dapat juga terjadi dan sukses  dengan bersama kau yang  miskin dhuaafa. Seperti di nyatakan hadis  Muhammad SAW, Menanglah kamu bersama kaum yang  dhuaafa. Wa yanshuruuna biduhafaa akum.  Semoga !

Jakarta 15 Okrober 2917

*) Mas ud HMN  adalah Doktor  Dosen Pascasarjana Univesritas  Muhamadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)