Beranda » Opini » KPK Berjuang Melawan Dirinya Sendiri

Sabtu, 16 September 2017 - 23:05:36 WIB
KPK Berjuang Melawan Dirinya Sendiri
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 156 kali

Oleh Dr  Mas ud HMN*)

Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK)  berjuang melawan diri sendiri dan melawan Pansus Angket  melanjutkan tindak cepat mendesak  langkah pengawasan. Antara lain dengan  memanggil Direktur  Penyidikan KPK datang ke DPR menjawab persoalan cara kerja (standar operasi persedure-SOP) di KPK.

Apa lagi ucapan Presiden belakangan ini., Yakni ucapan Presiden Jokowi sendiri  menyatakan   dalam soal KPK tidak akan intervensi (2/9). Artinya  mebiarkan KPK berhadapan dengan Pansus Angket DPR RI. Jmplikasi  ucapan Presiden  mengindikasikan bahwa  KPK kuat dan  mampu,atau juga tidak campur tangan ricuh internnya masalah KPK bermasalah...Tentu semakin berat.

Menganggap KPK mampu karena alasan   independensi lembaga tersebut. Ada jaminan undang undang.. Itu adalah positif dalam kepastian  pemberantasan korupsi  dinegri kita.

Hanya Benarkah ucapan  tidak  akan itervensi akan memperkuat lembaga  anti korupsi dalam menjalanan tugasnya.Mengingat belakangan ini lembaga  KPK mulai berantakan kondisi internalnya. Yaitu dengan pengaduan Brigjen Aris Budiman ke Polda Metro Jaya Direktur Penyidik KPK bahwa ada anak buahnya telah merusak nama baiknya dalam proses pemeriksaan tersangka korupsi di KPK

Tidak sekadar itu saja.Bahkan Aris Budiman telah menerima baik undangan  pansus Angket  KPK untuk menjelskan proses menyidikan di KPK (1/9) . Hal itu di publikasikan laansung terbuka kepada  publik via media televisi. Meskipun lambaaga  KPK secara resmi tidak mengizinkan, bahkan mengklasifikasikan perbuatan itu sebagai tidak sah  atau illegal.

Tetapi semua  sudah terjadi dibawah  terangnya matahari.Disini  KPK Cuma  mampu  sebagailembaga hebat dalam kata kata.Tapi beda dalam kenyataan.

Termasuk misalnya Juru bicara KPK membantah bahwa pemeriksaan tersgaka di KPK standard, tidak  ada tekanan.Menolak tudingan pemeriksaan  melanggar  prosedur acara, menyatakan tempat pemeriksaan tersangka bisa dicek , dan trasparan. Ada rekaman dan sebagainya

Namun ketika  Pansus angket DPR RI menemukan rumah tempat pemeriksaan tersangka, yang tidak sesuai dengan standard hukum, seperti rumah dirahasiakan tidak memiiliki lampu penerngan yang cukup, KPK  lalu berdiam seribu bahasa. Artinya terbukti bahwa KPK hanya bermain kata kata. Bukan dalam kesesuaian  fakta dan ucapan

Begitu juga rekaman pemeriksaan. Ketika panita  angket meminta aslinya hanya mendaapatkan tidak asli. Yang diberi kepada panita  angket tidak seperti  apa yang di  minta, alias  tidak sesuai aslinya. Saat dibuka ternyata   terpisah terpoting potong. Diduga  diedit terlebih dahulu.

Jelas terkesan  bahwa  proses  KPK dalam kerjanya secara  terpisah  masing masing melakukan sendiri sendiri.. Ada  penyelidikan  berfungsi intelijen dan kemdian ada penyidikan proses hukum. Ada juru bicara mengakatakan  sebagai frofessional. Dengan tidak saling mengetahui.

Ok lah. Jika ini disepakati sebagai cara teknis  kerja peneyelidikan. Namun tentu ada  negatifnya, jika terjadi kekeliruan proses, adakah dan dimana peratnggung jawabkan oleh pimpinan tertinggi

Dalam hal ini, faktual KPK menghadapi persoalan kelembagaan. Dalam arti sistem kerja dan  sinergisitas  personal didalamnya. Apatah lagi hubungan kerja pokok intern  lembaga  KPK sebagai pemberantasan korupsi yang tidak mudah.

Agaknya ini tidak bisa dibantah oleh KPK. Apalagi menghadapi pengawasan  lembaga  DPR Ri yang melahirkan UU  tentang KPK.  Disatu pihka ada tugas berat  memberantas korupsi, dilain pihak KPK memikul da  beban  yakni beben inter dan tantangan ektern.

Hemat kita persoalan sulit  dan jalan terjal  dihadapi KPK perlu di kembangakan pemahaman sebaga  berikut

Pertama, KPK harus ikhlas ada perbaikan internya.

Kedua , KPK seharusnya di beking kuat dan terang terangan oleh Presiden. Jika  Presiden mengatakan  tidak akan intervensi, campur tangan ini sikap ganda. Bisa membiarkan KPK terjerumus dalam persoalan yang dihadapinya.

Pemahaman ini saya kira penting. KPK siap secara pasti  didukung oleh rakyat sepanjang  KPK  beres  internnya. Juga pemerintah bersedia  melihat  KPK kuat dan dapat menjalankan misinya dengan baik.Dua sisi strategis bagi pemberantasan korupsi.

Memang KPK dalam posisi yang sulit sekarang ini, dibanding era sebelumnya dimana KPK memperoleh dukungan penuh semua pihak.Disebabkan juga personal momisioner  KPK yang bersahaja dan lurus.Beda dengan sekarang KPK menjadi lembaga yang tidak fokus, karena  mefungsikan kelembagaannnya menyesuaikan dengan  lembaga yanga ada,.

Saya kira ini kelemahan, dan  identifikasinya sama dengan lembaga serupa Kepolisan misalnya. Kalau serupa, mengapa harus ada KPK .Penangnaan perkara di  KPK tak beda dengan kepolisian

Inilah jalan terjal yang dihadapi KPK. Terutama solusi  kemelut internalnya. Dalam artian itu demi masa depan KPK , jajaran KPK  harus berjuang melawan diri sendiri. Dalam arti membereskan sisi intnernalnya. Mari kita dukung bersaama. Semoga  sukses !

Jakarta, 3 September  2017

*) Penulis adalah Dosen  Pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)