Beranda » Nasional » Nasyiatul Aisyiyah: Pemerintah Abai Dari Tanggung Jawab Lindungi Generasi Bangsa dari Iklan Rokok

Kamis, 03 Agustus 2017 - 00:37:30 WIB
Nasyiatul Aisyiyah: Pemerintah Abai Dari Tanggung Jawab Lindungi Generasi Bangsa dari Iklan Rokok
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 709 kali

Jakarta, Melayutoday.com,- Melarang rokok bukan berarti melarang pabrik rokok beroperasi atau industry tembakau berhenti. Tapi bagaimana meyelamatkan generasi  atau anak bangsa dari pengaruh iklan rokok sehingga mengurangi serta menaggulangi meningkatkan prevalensi perokok pemula.

Dan ini sebagai tanggung  jawab Negara untuk menghormati , menjamin dan memenuhi (to respect, to protect and to fulfill) dengan kewajiban konstitusional yang diamanantkan pasal 28 I ayat (4) UUD 1945: “Perlindungan, pemajuan, penegasan, penegakkan dan pemenuhan hak azasi manusia.

Sesuai dengan pasal 28 B ayat 2 UUD 1945: setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pelarangan iklan rokok adalah termasuk perlindungan khusus anak dari zat adiktif sesuai pasal 67 UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang undang no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Sangat disayangkan sampai saat ini Pemerintah Indonesia masih abai terhadap tanggung jawab untuk melindungi generasi bangsa dari serbuan iklan rokok,” ,”jelas Ketua Umum  PP NA (Nasyiatul Aisyiyah), Dyah Puspitarini saat memberi kata sambutan Diskusi Penyiaran yang bertemakan: ”Selamatkan Generasi Bangsa : Pelarangan Iklan Rokok Dalam RUU Penyiaran” di Aula Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng Raya 62, Selasa (1/8/2017) siang.

Menurut Dyah Puspitarini, Indonesia satu satunya Negara di Asean yang belum melarang iklan rokok, inkonsistensi dalam pengaturan dan pengendalian juga sikap badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang menghapuskan pasal larangan iklan rokok dalam rapat harmonisasi Baleg tentang RUU Penyiaran.

Dalam diskusi penyiaran PP NA yang bekerjasama dengan Indonesian Institute For Social Development ini NA memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar segera:

1.       Membuat kebijakan terkait pelarangan iklan promosi dan sponsor rokok bagi perlindungan terhadap generasi bangsa.

2.       Menolak hasil rapat harmonisasi baleg DPR RI yang menghapus larangan iklan rokok di dalam RUU Penyiaran.

3.       Memberikan dukungan kepada komisi I DPR RI untuk mempertahankan draft panja yang mencantumkan larangan iklan rokok di media penyiaran.

4.       Menuntut Balegnas DPR RI ubtuk berpihak kepada kepentingan public khususnya perlindungan terhadap anak dengan mengembalikan larangan siaran iklan  promosi rokok dalam draft RUU Penyiaran. (harun).

            Keterangan gambar: Hanafi Rais (Wakil Ketua Komisi I DPR RI) bersama para pembicara di acara Diskusi Penyiaran Nasyiatul Aisyiyah.


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)