Beranda » Ekonomi » Mandiri Inhealth Buka Konter Di RSIJ Cempaka Putih

Senin, 10 Juli 2017 - 21:02:27 WIB
Mandiri Inhealth Buka Konter Di RSIJ Cempaka Putih
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 430 kali

Jakarta, Melayutoday.com,- Bisnis asuransi konvensional maupun syariah kini telah merambah ke berbagai lapisan masyarakat. Tak terkecuali Mandiri Inhealth melakukan kerjasama strategis dengan membuka konter di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Jakarta Pusat, Senin (10/9/2017) pagi.

Seperti keterangan pers yang diberikan ke awak media, bahwa peresmian konter baru ini, agar Mandiri Inhealth (MI) semakin mempererat sinergi dengan provider di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini.

“Mandiri Inhealth telah lama bermitra dengan RSIJ Cempaka Putih. Saya berharap peserta MI bisa menikmati pelayanan yang lebih baik dengan cepat tanpa harus antri,”jelas Direktur Utama Mandiri Inhealth Iwan Pasila yang didampingi Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih dr. Prastowo Sidi Pramono SpA.

Iwan Pasila berharap pola Coordination of benefit (CoB) dapat dimanfaatkan dengan baik. "Kami sebagai pembayar pertama, kita tetap menjaga kendali mutu, kendali biaya, serta overutilisasi, sehingga produktivitas karyawan tetap terjaga dengan tingkat kesehatan yang lebih baik dalam jangka panjang,"tambah Iwan.   

Iwan membeberkan kondisi Mandiri Inhealth yang berkembang sejak 2009 yang saat itu MI masih menjadi anak perusahaan PT Askes (Persero) yang kini menjadi BPJS Kesehatan. Asuransi MI setiap bulannya  terdapat sekitar 600 peserta asuransi yang mengakses RSIJ Cempaka Putih untuk pengobatan rawat jalan.

Skema Coordination of Benefet (CoB) dengan BPJS Kesehatan pun telah berjalan dengan baik di RSIJ cempaka Putih. Sehingga pembukaan konter ini bermaksud untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi peserta. (RUN).   

 

   


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)