Beranda » Budaya » Kerajaan Siak Dan Komunitas Religius

Senin, 01 Mei 2017 - 17:52:50 WIB
Kerajaan Siak Dan Komunitas Religius
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Budaya - Dibaca: 802 kali

Oleh: Dr Mas ud HMN Ketua Pusat Kajian Peradaban Melayu Jakarta

Kerajaan Siak riwayatmu dulu, terkenal dan menjadi kebanggaan.Terkenal karena menjadi simbol komunitas religius.Menjadi kebangaan orang Melayu lantaran  suksesnya pemerintahan Islam pada awal abad 18 dibelahan Timur Sumatera. Hanya saja sekarang,tidak demikian lagi, hilang melenyap  ibarat gone with the wind. Lenyap bersama angin lalu.

Mengapa hal ini terjadi ? Rasa rasanya  relevant untuk di telaah kembali.Setidaknya untuk memhami sejarah dalam rangka motivasi mengisi pembangunan daerah kemasa depan.

Sebagaimana kita ketahui,Kerajaan Siak Indrapura, kini Kabupaten Siak.adalah simpul awaal pemrintahan Islam  abad 18 di Riau.Selain pemerintahan Islam.dengan perangkat  birokrasi sistem,juga monumental  memunculkan komunitas muslim yang egaliter dan sarat kealiman.Itulah komunitss orang siak sebagaia simbolik oranga taat beragama dan Melayu perantau  aktif.

Apakah  Simbolik Orang Siak meredup akibat  tereduksi oleh istilah melayu  Bertuah ?. Sebuah simbol yang lebih pada ketrampilan dan kemegahan materialisme .Bisa jadi demikian. Bagaimanapun  Melayu Bertuah kelihatannya kini identik dengan pembangunan gedung,infra strukur dan kemeghana lainnya. Telah berubah dari kesolehan, tawaddhu, sederhana dan militans.Namun perlu diteliti  

Yang jelas secatra faktual orang Siak sebagai istilah  tak sepopuler dulu ? Tidak hanya karena   tak banyak diungkap, dan sepi dari  pembicaraan.Tapi memang  tidak lagi dipakai.Padahal harus diakui ungkapan orang siak ada sejak lama dan merupakan ungkapan penting dalam altar khasanah blantika  sejarah Melayu

Hal itu dengan meminjam  kata Prof M Yunan Yusuf Guru Besar Universitas Islam Negeri jakarta,dalam acara diskussi Faham Keagamaan Muhammadiyah di IKIP Muhammadiyah 1988 (kini UHAMKA)  bahwa ungkapan  Orang Siak bermakna orang alim, atau kata lain dari Ulama. Ditambahkan oleh Yunan Yusuf, ungkapan ini berakar pada  sejarah pembahaeuan Islam di Minangkabau yang dicetuskan Imam Bonjol pada awal abad 20. yang dari gerakan itu meluas kedaerah Siak, Riau sekarang ini. Akar pembahruan Islam digerakkan melaluiu  gerakan masyrakat dibawah pimpinan ulama, dan dari gerakan komunitas inilah kemudian yang disebut sebagai orang Siak.

Bagi Yunan , sebagai istilah Intinya orang Siak merupakan kelompok pembaharu,penggerak perubahan dan sekaligus ulama.Komunitas tersebut  menyatu  antara masyrakat dan  ulama berfungsi sebagai reference group.

Ini sejalan dengan catatan Tom Pires sumber Portugis (1513-1515) tentang terminologi  ungkapan orang siak,  dalam kaitan dengan Minangkabau menjadi mengandung makna kata atau diksi dengan acuan makna luas.

Seperti  diunngkap dalam sejarah Kerajaan  Siak Sri Inderpura (1723-1945)  ada hubungan dengan Miankabau masa bergolaknya perang denan Belanda  dibawah pimpinan Imam Bonjol (Darul Ridzam).Sementara Raja pertama adalah Raja Kecik dari Pagar ruyung turunan asal Raja Johor.

Keterkaitan pendiri kerajaan Siak Sri Inerapura dengan masa bergulirnya pembaharuan pemikiran kegamaan islam di Minangkabau menjadi sebab  kerajaan  Siak menjadi kerajaan yang berdasarkan  Islam.

Sumber Belanda  menyebut ada surat dari Indernsyah Raja Siak bergelar  yang Dipertuan dari asal Pagarruyung  menjadi  penguasa di kerjan Siak( Wool Pass  1964).Hal itu juga dibenarkan ole  penulis  sejarah Indonesia  (Samin  S.M 1965)

Dari paparan diatas dapatlah diphamai Kerajaan Siak Sri Inderapura berkaitan erat dengan gerkan Islam yang modern yang berkorelasi kuat dengan gerakan pembaharuan Islam. Sehingga banyak kesamaan ari faham kegamaan yang berlaku antara Minangkabau dan Siak Sri Indepura.

Yang menarik dari perkembangn sejarah diatas, Siak sukses dalam membentuk sebuah hegemony kekuasan yang penting .yang  antara lain menguasai laut perairan selat Melaka  yang nota bene adalah ramai  dngan lalu lintas pernigan   antar bangsa.

Kekuatan militer Siak mampu mengamankan perompakan bajak laut diperairan Selat Melaka.Sehingga Siak merupakan kerajaan penting masa itu.Termasuk bekerja sama dengan pihak lain seperi kerajaan Melaka.

Dipihak lain muncul konsep masyarkat Islam sebagai  gagasan tinggi dari  Raja  Siak. Menjadi prinsip dan idelisme penduduk .Prinsip syariat dan adat bergandengna juga wujud di komunitas Siak. Mislanya  ungkapan  Syarak mendaki dan Adat menurun. Yang artinya  Syariat agama lebih tinggi dari hukum adat.

Kembali kebelakang dari sejarah , ada benang merah yang bisa ditarik dari gagasan  Raja Siak Inderapura dalam membumikan Islam bagi rakyatnya.Dengan  gerakan  membumikan Islam itu, terwujudlah Orang Siak sebagai komunitas negeri. Panggjlan Orang Siak pun menjadi populer.

 Saya kira inilah catatan sejarah Kerajaan Islam di belahan pinggir Sumatera bagian Tengah yang  penting.Ini dilihat dari 3 (tiga) aspek filsafat sejarah yakni

Pertama, motivasi gagasan berpikir, cogito ergo sum(saya ada karena saya bepikir) Raja Siak dengan mempelejari gerakan pembaharuan Islam yang terdekat  dari gagasan Tuanku Imam Bonjol di Minangkabau.

Kedua, motivasi amal,  labore ergo sum ( saya ada karena saya berbuat).Raja Siak membangun masjid dan taklim

Ketiga,gagasan tanggap cepat,  respondeo ergo sum (saya ada  karena saya merespon).Raja Siak melakukan pembangunan militer menjaga laut dan perairan selat Melaka.

Akhirnya, dari butir penting  ini munkin bisa menjadi inspirasi bagi masyrakat  Siak  khususnya, Riau umumnya dalam melaksanakan asas tinggi pembangunan kedepan.Yaitu satu Islam  yang berkemajuan dalam komunitas  Melayu Bertuah.Semoga.

*) Dr Mas ud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta. 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)