Beranda » Nasiional » Selamatkan PPP Lewat Muktamar Luar Biasa ?

Senin, 24 April 2017 - 21:19:09 WIB
Selamatkan PPP Lewat Muktamar Luar Biasa ?
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasiional - Dibaca: 460 kali

Oleh: M. Harun*)

Pernyataan sekjen PPP kubu Romy, Asrul Sani yang menyatakan permintaan maaf (teropong Senayan.com, 22/4/2017) kepada warga PPP karena mendukung Ahok pada pilkada DKI Jakarta putaran kedua kemarin sbg pendidikan politik yang salah. Seorang tokoh partai islam dengan mudahnya mendukung cagub non muslim lalu minta maaf kepada konstituennya karena cagub yg didukung gagal.

Bisa jadi jika cagub yg didukung itu sukses terpilih PPP akan kebagian kue politik dan semua elitnya akan kekeuh dukung Allout tanpa mendengar lagi aspirasi kader dan warganya di akar rumput. Tapi karena kalah mereka minta maaf .

Saya melihat cara dan perjuangan politik yang demikian berbahaya yagn dipertontonkan elit PPP baik kubu Romy maupun Djan Faridz , memuakkan dan tak berkualitas. PPP minus keteladanan politik bagi kader-kadernya yang masih konsisten ditengah badai politik saat ini. Akankah 2019 PPP masih eksis dalam percaturan politik nasional atau malah akan menjadi partai gurem?

Di awal berdirinya PPP saya dulu pendukung fanatik. Tapi kian lama perilaku elit PPP kian lembek dalam membawa aspirasi ummat Islam dalam politik di negeri ini. Citra buruk partai Islam semakin tampak jelas saat Ketua Umum PPP Surya darma Ali (SDA) dipenjara KPK karena terlibat korupsi haji.

Dalam hal ini kemungkinan PPP masih bangkit dan kepercayaan ummat masih ada karena PPP masih sebagai partai Islam yang terbilang konsisten dengan slogan amar makruf nahi mungkar sesuai AD/ART partai , ummat masih berharap bahwa partai warisan ulama ini akan melewati masa masa kelam dan akan bangkit kembali.

Namun seiring dengan perputaran waktu apa yang terjadi di era pemerintahan Jokowi-JK ini PPP mengalami perpecahan dengan dualisme kepemimpinan yakni kubu Djan Farid dan kubu Romy Romahurmusiy hingga jelang Pilkada DKI Februari 2017.

Warga PPP yang Nampak telah terpecah jadi dua kubu tersebut ternyata PPP Romahurmuziy mendukung Paslon no. 1 Agus Hary Murti Yudhoyono (AHY) – Sylviana murni sedangkan Djan Faridz dukung Paslon no. 2 Ahok- Djarot . Ummat PPP khususnya kubu Romy saat itu masih sedikit ada harapan Karena mendukung cagub muslim.

Tapi apa hendak dikata di pilkada putaran kedua elit PPP mendukung Paslon no. 2 yg notabene non muslim yg mayoritas ummat menolaknya. Kedua kubu PPP kompak dukung Ahok Djarot tanpa menghiraukan konstituen ummat di tingkat akar rumput.

Tanpa mempedulikan seruan ulama dari seantero Nusantara yg menolak cagub non.muslim yang jelas jelas menistakan agama. Tentu saja ummat Islam warga PPP terpecah pilihannya sehingga  warga PPP  bertambah terombang ambingkan oleh para elit partai.

Kini realitas politik telah memenangkan gubernur muslim Anies sandi no. 3. Lantas, elit PPP minta maaf KePaDa konstituennya seperti diungkapkan sekjen PPP kubu Romy, Asrul Sani. Dengan begitu mudahkah kader dan warga PPP akan memaafkan perbuatan elitnya tersebut? Ataukah harus digelar muktamar luar biasa (MLB,) sebagai wujud menyelamatkan partai dari perilaku para elit PPP yang tak konsisten ? Keputusan Ini terpulang KePaDa benak dan sikap semua warga PPP sendiri .

Penulis: Ketua Umum Forum Pengembangan Pewarta Profesional Indonesia (FP3i).


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)